Tak Berkategori

Membaca Ulang Jaringan Ulama Timur Tengah & Nusantara Abad ke-17 & 18

ibnu622

Capture 1

MODEL PENELITIAN SEJARAH ISLAM
JARINGAN ULAMA TIMUR TENGAH DAN KEPULAUAN NUSANTARA
ABAD XVII DAN XVIII (BUKU AZYUMARDI AZRA)

  1. Latar Belakang

Haramayn adalah sebutan dua kota Makkah dan Madinah, kedudukannya sangat istimewa dalam islam dan kehidupan kaum muslim. Haramayn adalah pusat intelektual Dunia Muslim, dimana ulama, sufi, filosof, penyair, pengusaha dan sejarawan Muslim bertemu dan saling menukar informasi. Inilah yang menyebabkan ulama dan penuntut ilmu baik itu yang mengajar maupun belajar disana pada umumnya mempunyai pandangan keagamaan lebih luas dibandingkan mereka yang berada di kota-kota Muslim lain.[1]

Pada abad ke-17, Tiga ulama yang menjadi mata rantai utama dari jaringan ulama di wilayah Melayu–Indonesia serta membawa ajaran Neo-Sufisme (keselarasan antara Tasawuf dan Syariat) adalah berawal dari al-Raniri, al-Sinkili berkembang di kesultanan Aceh dan al-Maqassari lahir di Sulawesi yang memulai karirnya di Banten Jawa Barat.

Sedangkan pada abad ke-18, ada beberapa ulama yang membawa pembaruan kembali ke ortodoks Sunni yang berperan penting…

Lihat pos aslinya 4.454 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s