sejarah islam nusantara

Kapan Islam Masuk ke Indonesia ?

Baik, mari kita perlahan-lahan menyusuri ranah spekulasi yang berkaitan dengan permulaan Islam di Indonesia. Tentu spekulasi-spekulasi ini berasal dari berbagai referensi. Entah dari buku-buku pelajaran di sekolah, teori para sejarawan yang tak diragukan lagi kredibilitasnya, ataupun dari artikel yang relevan.
Pertama, kita perlu tahu terlebih dahulu kapankah Islam dikenal oleh pribumi ? Uh, saya kira tadinya ini cuma sekedar seperti mencari sesuatu di google. Tapi ternyata lebih rumit sedikit. Lebih disebabkan perbedaan pendapat dan argumentasi saya kira. Jadi, kita tidak usah cemas, kita akan sulit menemukan referensinya. Sebaliknya, kita malah harus pintar-pintar menelaahnya.

Dan referensi yang paling utama, buku pelajaran sekolah. Mungkin anda tertawa atau barangkali tersenyum dan berkata ah, masak buku sekolah, sih. Gak banget ! Eits, tunggu sebentar, jeng. Kita harus menelusuri sumber sejarah paling dasar yang pernah kita ketahui dulu. Toh, kita kan eks murid sekolah di Indonesia. Selagi masih lugu, sejarah versi sekolahanlah yang kita terima pertama kali. Maka, bakal seru perbedaan yang akan terjadi nantinya.
Sejarah masuknya Islam ke Indonesia, beberapa kali ditelaah. Berdasar kurikulum, ketika kita bersekolah di SD, kelas 4 dan kelas 6 kita sudah disuguhi sejarah tersebut. Ketika SMP, kelas 3 lah kita mempelajarinya. Ketika SMA, di kelas 2 topik ini sedikit disinggung. Selebihnya di kelas 3 dibahas.
Kesimpulan dari buku sejarah sekolah, terutama SD dan SMP, Islam mulai masuk pada abad 12-13 M. Di buku sejarah untuk SMA, disebutkan perbedaan-perbedaan argumen tentang asal mulanya. Di sana disebutkan Islam mulai masuk pada abad 11 M dan ada pula yang mengatakan pada abad 13 M. Menarik. Kesimpulannya berarti pada abad 11 – abad 13. Kesimpulan yang berbelit-belit. Tidak pasti.
Pendapat versi sekolahan, bahwa Islam masuk pada antara abad 11 M dan abad 13 M, berpatokan pada catatan-catatan perjalanan Ibn Battutah, berita-berita dari negeri Cina dan negeri Arab yang menyatakan telah menemukan kebudayaan-kebudayaan berbau Arab dan Islam di Aceh. Menurut mereka, Islam dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, India. Ternyata, mereka memang tidak sekedar berdagang. Para pedagang ini bahkan ada yang tinggal dan menikah dengan pribumi. Mereka juga berhasil membangun komunitas di zaman tersebut. Ini diperkuat dengan ditemukannya nisan Maimunah binti Makmun yang meninggal pada tahun 1028 M, alias sekitar abad 11 M di Leran, Jawa Timur.
Itulah sekilas pengetahuan historis kita mengenai masuknya Islam ke Indonesia selagi kita masih ingusan dan lugu. Tapi, ternyata dunia memang lebih luas daripada bangku kelas. Soalnya, pendapat-pendapat dari kalangan sejarawan maupun kalangan pelajar sejarah, benar-benar bertabrakan. Artinya, perbedaan pendapat cukup tajam.
Tapi karena kita hanya membatasi pada masalah waktu datangnya Islam, maka lingkup debatnya pun semakin terbatas pada abad 7 atau abad 11 atau abad 13. Para sejarawan dari Eropa, terutama dari Belanda, dengan Dr. Snouck Hurgronje sebagai pentolannya, sebagian besar mendukung pendapat datangnya Islam pada abad ke-13. Mereka mendasarkan argument ini pada temuan arkeologis, yaitu ditemukannya nisan Malik As-Sholeh di Sumatera yang bertahun 831 H/1428 M.
Selain itu, mereka lebih cenderung menganggap bahwa masuknya Islam ditunjukan oleh adanya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Mereka menganggap bahwa keberadaan Islam secara nyata baru bias dibuktikan dengan kuat pada sekitar abad ke-13. Berita perjalanan dari Marco Polo menyebutkan Kerajaan Ferlak (Peureulack) di Aceh, Sumatera Utara tahun 1292 M. Maka, semakin kuatlah argumen mereka dengan ini.
Para sejarawan lainnya mengajukan teori yang cukup bertentangan. Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M, bukan abad ke-13 ! Cukup jauh perbedaanya..
Prof. Sayed Naguib Al Attas dalam “Preliminary Statemate on General Theory of Islamization of Malay-Indonesian Archipelago” (1969), mengungkapkan bahwa kaum muslimin sudah ada di kepulauan Malaya-Indonesia pada 672 M.
Prof. Sayed Qodratullah Fatimy dalam “Islam Comes to Malaysia” juga berpendapat demikian. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 674 M kaum Muslimin Arab telah masuk ke Malaya. T.W. Arnold dalam buku “The Preching of Islam a History of The Propagation of The Moslem Faith”, juga menjelaskan bahwa Islam datang dari Arab ke Indonesia pada tahun 1 Hijriyah (Abad 7 M). Perhatikan pula pendapat W.P. Groeneveld dalam “Historical Notes on Indonesia and Malaya Compiled From Chinese Sources”. Ia menjelaskan bahwa pada Hikayat Dinasti T’ang memberitahukan adanya Arab muslim berkunjung ke Holing (Kalingga, tahun 674).
Para pendukung gagasan Islam masuk pada abad ke-7 berarti juga pendukung teori Islam masuk dari Arabia dan bukannya dari India atau Persia seperti yang disebutkan dari bangku sekolah. Memang, tak semua dari mereka mengabaikan hubungan antara Nusantara dan daerah anak benua India, seperti Gujarat atau Bengala.
Dan saya rasa kita tidak bisa mengabaikan teori yang satu dengan lainnya. Lho kenapa ? Bukannya harus ada pendapat yang disetujui ?
Sebabnya, setiap teori punya argumen yang kuat. Seperti setiap kota yang memiliki tata kotanya sendiri. Masing-masing berusaha menunjukan suatu kebenaran dari masa lampau dengan obyektif. Maka saya pun berusaha seobyektif mungkin untuk menyampaikannya. Usaha mereka, para sejarawan, toh tak sia-sia. Kita yang merasa orang Indonesia musti berterima kasih kepada mereka. Para peneliti sejarah tersebut kebanyakan berasal dari luar negeri, seperti Belanda ataupun Timur Tengah. Mereka amat tertarik dengan topik ini. Lihat saja sampai ada perdebatan teori yang didasari fakta-fakta. Dan hebatnya, kompetensi mereka diakui oleh dunia internasional.
Buktinya, sewaktu seminar tentang kedatangan Islam ke Indonesia tahun 1969 dan 1978, para ahli dari Indonesia setuju dengan teori yang mengatakan Islam datang pada abad pertama Hijri atau abad 7 M. Dasarnya adalah argumen-argumen yang diungkapkan oleh para pakar dari seluruh dunia. Ya, kita mengambil referensi dari para ilmuwan barat semacam Snouck Hurgronje atau ahli dari Timur Tengah semisal Al-Attas. Sebab, teori mereka disusun atas berbagai aspek yang ditunjukan oleh fakta-fakta.
Nah, mari kita kembali lagi kepada pokok pembahasan utama kita. Kapan Islam mulai masuk ke Indonesia ? Rasanya tak sah jika kita melewatkan pendapat tuan rumah.
Kebanyakan, para pakar sejarah di Indonesia menganut teori abad ke-7. Seperti menurut Dr. Hamka, Agama Islam masuk ke Indonesia pada tahun 674 M. Didasari catatan Tiongkok , saat itu datang seorang utusan raja Arab Ta Cheh (kemungkinan Muawiyah bin Abu Sufyan) ke Kerajaan Ho Ling (Kaling/Kalingga) untuk membuktikan keadilan, kemakmuran dan keamanan pemerintah Ratu Shima di Jawa.
Ditambah pula seminar tentang masuknya Islam ke Indonesia di Medan tanggal 17-20 Maret 1963, mengambil kesimpulan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad I H/abad 7 M langsung dari Arab. Daerah pertama yang didatangi ialah pasisir Sumatera. Zainal Arifin Abbas, salah satu sejarawan, berpendapat Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M (684 M). Dia menyebutkan pada tahun tersebut datang seorang pemimpin Arab ke Tiongkok dan sudah mempunyai pengikut dari Sumatera Utara. Jadi, agama Islam masuk pertama kali ke Indonesia di Sumatera Utara.
Tentu, dari berbagai fakta yang ditunjukan oleh teori-teori di atas, kita tarik kesimpulan Islam mulai masuk dari abad pertama Hijri atau abad ke-7 Masehi. Dan terus berkembang hingga membentuk kerajaan Islam pada abad ke-13. Di masa itulah islam mulai benar-benar terasa “masuk”.
Agak rancu memang kata masuk ini. Ah, padahal untuk masuk hanya diperlukan pintu saja ya. Mengapa begitu rumit. Masalahnya, terlalu banyak orang yang ingin masuk. Itulah mengapa rancu. Bingung ya.
Dalam tulisan ini, saya mengartikan masuk sebagai datang atau menjamah atau menyentuh. Logikanya, Islam baru terasa ada pada abad ke-13. Tentu sebelum terasa Islam pasti sudah menyentuh para pribumi sebelumnya. Kapan ? Dan fakta yang paling awal tak lain adalah abad ke-7. Di masa itu para pribumi mulai berkenalan dengan Islam, agama dari negeri Arab. Nah, kata masuk pun menemukan bentuk di sini.
Maka, sekali lagi, kapankah Islam mulai masuk ke Indonesia ? Anda tentu sudah tahu jawabannya, bukan…

2 thoughts on “Kapan Islam Masuk ke Indonesia ?

  1. tar, coba lu tulis teori cina…. soalnya, pernah baca (lupa lagi), dikatakan oleh komunitas cina muslim, bahwasanya penyebar islam pertama di indonesia itu laksamana cheng ho. tapi dengan pemerintah, sejarah itu ditutup rapat, karena mayoritas orang cina di indo sekarang beragama kong hu cu.. (sekedar ngasih usul kawan…)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s